Subscribe:

Ads 468x60px

Sabtu, 23 April 2011

168 Jam dalam Sandera – Memoar Meutya Hafid


168 jam lamanya Meutya Hafid dan Budi wartawan metro TV berada dalam sandera. Di dalam sebuah gua kecil di tengah gurun Ramadi. Tidur beralaskan batuan dan dibuai oleh suara bom dan tembakan. Di sana mereka belajar tentang kepasrahan total kepada Yang Kuasa, karena telah begitu dekatnya dengan kata “mati”. Di sana mereka diingatkan, bahwa jika Tuhan menghendaki, segalanya bisa terjadi. Dan, di sana pula mereka berdua disadarkan, betapa nyawa sangat berharga, dibandingkan berita paling ekslusif sekalipun.
Memoar Meutya Hafid  ini juga menyadarkan pentingnya arti kepasrahan dan penyerahan diri kepada kuasa Tuhan. Di sana mereka diingatkan bahwa jika Tuhan menghendaki, segalanya bisa terjadi. Dan disana pula mereka berdua disadarkan, betawa nyawa sangat berharga, dibandingkan berita paling eksklusif sekalipun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar